Pre-Wedding

Mudik kami kali ini rencananya kami akan melakukan kegiatan mainstream para calon pengantin, yaitu pre-wedding photo session. Prewed yang tidak terencana ini adalah kado dari kakak ipar *thank you mas Rio. Iya, awalnya kami ngga ada rencana untuk pre-wed, karena si calon pengantin (khususnya pengantin pria) agak-agak anti sama kamera. Hihihi -ngikik ngece, padahal akunya ya juga gitu- Mengingat kemampuan berfoto kami yang ble’e, jadilah kami menetapkan target terendah untuk hasil fotonya, yang penting ada yang bisa dipajang, itu udah bagussss.

Tibalah harinya, dengan persiapan ala kadarnya kami berangkat ke lokasi mas fotografer -mas Anto Juan photography-. Saya sempat ilang mood karena kerempongan pagi itu, dandan kelamaan dan ngaret 2 jam. Untung calon suami ga ikut-ikutan panik, palah tenang banget dan menenangkan saya, sekaligus mempersiapkan apa aja yang kurang sembari nunggu saya siap. Dia bisa jadi semacam organizer dan time keeper buat saya yang seringkali berantakan sana sini, ah senang :p

Pagi itu hujan rinai-rinai dan belum mereda sampai sore. Rencana foto outdoor pake baju rapih, gagal. Tapi cuaca yang kurang bersahabat ini somehow jadi berkah buat kami -ga usah dijelasin kenapa ya, lihat aja hasil fotonya- Foto-foto dimulai jam 9 pagi. Lokasi pemotretan adalah sebuah rumah tua milik seorang nenek di desa kemangkon. Konsep foto kami pilih yang simple, sesuai dengan karakter (karakter muka maksudnya). Setengah sesi foto pertama calon suami keringetan, berapa kali minta ‘time out.. time out…’. Hihihi beneran anti kamera dia =D

Sekitar jam 2 siang, akhirnyaa pemotretan selesai..yayy! Legaa.. (udah lapar banget ini lhoo). Daann..ini beberapa hasil foto kami…. *iseng-iseng edit sendiri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *